JAKARTA — Di tengah perubahan besar dalam cara masyarakat menikmati musik, radio dangdut masih mempunyai tempat di Jakarta. Ketika pendengar kini dapat memilih lagu melalui berbagai platform digital, sejumlah stasiun radio tetap mempertahankan dangdut sebagai bagian penting dari identitas siarannya.
Keberadaan radio-radio tersebut memperlihatkan bahwa dangdut tidak hanya bertahan sebagai musik populer, tetapi juga tetap memiliki ruang dalam ekosistem radio FM dan streaming.
Berdasarkan penelusuran terhadap informasi stasiun, situs radio, layanan streaming, serta sumber lain yang tersedia, terdapat setidaknya empat nama yang dapat disebut secara lebih aman sebagai radio Jakarta yang membawa format atau karakter dangdut, yaitu RDI 97,1 FM, HOT 93,2 FM, DFM 103,4 FM, dan CBB 105,4 FM.
1. RDI 97,1 FM — Radio Dangdut Indonesia
RDI 97,1 FM merupakan salah satu nama yang paling jelas identitasnya dengan musik dangdut. RDI atau Radio Dangdut Indonesia berbasis di Jakarta dan berada dalam jaringan MNC Radio Networks.
Informasi mengenai RDI 97,1 FM Jakarta masih muncul dalam sumber-sumber yang relatif baru. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2025 secara khusus membahas strategi RDI 97,1 FM Jakarta dalam menghadapi perubahan kebiasaan konsumsi media generasi muda. Sementara layanan radio online juga masih mencantumkan RDI sebagai stasiun Jakarta pada frekuensi 97,1 FM.
Identitas RDI juga tidak berhenti pada dangdut klasik. Radio ini membawa musik Indonesia, dangdut, pop Melayu, hiburan, dan konten yang berkaitan dengan dunia selebritas. Dengan demikian, dangdut menjadi bagian utama dari identitasnya tetapi dikemas dalam format radio modern.
Menariknya, RDI juga memperlihatkan bagaimana radio konvensional berusaha mengikuti perubahan perilaku pendengar. Kehadiran RDI di media sosial dan platform digital membuat siarannya tidak lagi terbatas pada pendengar yang berada dalam jangkauan pemancar FM.
Frekuensi Jakarta: 97,1 FM
2. HOT 93,2 FM — Dangdut dari Jakarta
Nama berikutnya adalah HOT 93,2 FM.
HOT FM tercatat sebagai radio yang berbasis di Jakarta dengan format dangdut. Sumber yang memantau siaran radio ini bahkan masih menampilkan program dan lagu yang sedang diputar, termasuk lagu-lagu dangdut dari penyanyi Indonesia.
HOT FM mempunyai sejarah yang cukup panjang di frekuensi 93,2 FM. Sebelum menggunakan identitas HOT FM, frekuensi tersebut pernah digunakan oleh beberapa stasiun radio dengan nama dan format berbeda. HOT FM kemudian muncul dengan karakter yang lebih kuat pada musik dangdut.
Karakter HOT FM menarik karena tidak hanya memainkan dangdut dalam pengertian tradisional. Musik dangdut modern dan lagu-lagu Melayu juga menjadi bagian dari warna siarannya.
Di era digital, keberadaan layanan streaming HOT FM juga memperlihatkan bahwa stasiun ini tidak hanya mengandalkan pendengar melalui radio FM. Siaran dapat dinikmati melalui internet, sehingga jangkauan pendengarnya berpotensi melampaui wilayah pemancar Jakarta.
Frekuensi Jakarta: 93,2 FM
3. DFM 103,4 FM — Salah Satu Kanal Dangdut Jakarta
DFM 103,4 FM juga tercatat dalam daftar stasiun radio Jakarta dengan format dangdut. Informasi tersebut mencantumkan DFM pada frekuensi 103,4 FM dengan format dangdut.
Yang menarik, DFM masih memiliki situs resmi yang aktif dan menyediakan informasi mengenai siaran radio 103,4 FM. Situs tersebut juga terus memuat berita dan konten baru, termasuk berita yang berkaitan dengan dunia musik dangdut.
Salah satu contohnya adalah pemberitaan DFM mengenai konser trio dangdut Tiga Kembang, yang mempertemukan Cici Paramida, Kristina, dan Ikke Nurjanah dalam sebuah pertunjukan di Jakarta pada 2026. Hal tersebut memperlihatkan bahwa musik dangdut masih menjadi bagian dari konten yang diangkat oleh DFM.
DFM menunjukkan bahwa radio dengan identitas dangdut tidak harus hanya berfungsi sebagai pemutar lagu. Konten berita, hiburan, dan informasi seputar perkembangan musik juga dapat menjadi bagian dari format radio.
Frekuensi Jakarta: 103,4 FM
4. CBB 105,4 FM — Bandar Dangdut Jakarta
Jika berbicara mengenai sejarah radio dangdut Jakarta, CBB 105,4 FM merupakan nama yang sulit dilewatkan.
CBB dikenal dengan identitas "Bandar Dangdut Jakarta" dan mempunyai sejarah panjang dalam perkembangan radio dangdut di ibu kota. Penelitian akademik mengenai CBB menyebut stasiun ini sebagai salah satu pelopor radio dangdut di Jakarta. CBB juga dikenal sebagai radio yang membawa musik dangdut sebagai bagian utama dari format siarannya.
Perjalanan CBB cukup panjang. Stasiun ini sebelumnya menggunakan frekuensi berbeda sebelum akhirnya berpindah ke 105,4 FM pada 2004. Identitas sebagai radio dangdut kemudian terus dipertahankan.
Bahkan materi profil CBB yang tersedia secara publik menyebut konsep "100% Dangdut Indonesia", dengan program yang berisi konten dangdut sekaligus informasi kehidupan sehari-hari.
CBB juga masih tercantum pada layanan radio online sebagai Radio CBB 105,4 FM Jakarta, dengan identitas "Bandar Dangdut Jakarta". Layanan tersebut bahkan masih menampilkan lagu-lagu yang dimainkan oleh CBB.
Karena sejarah dan identitasnya yang kuat, CBB menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana dangdut telah menjadi bagian dari sejarah penyiaran radio Jakarta.
Frekuensi Jakarta: 105,4 FM
Empat radio, empat karakter
Keempat stasiun tersebut memiliki pendekatan yang tidak sepenuhnya sama.
RDI 97,1 FM membawa dangdut dalam format radio jaringan yang dipadukan dengan musik Indonesia, pop Melayu, hiburan, dan konten selebritas.
HOT 93,2 FM lebih kuat menempatkan musik dangdut sebagai identitas utama, dengan sentuhan musik Melayu dan dangdut modern.
DFM 103,4 FM mempertahankan identitas dangdut sekaligus mengembangkan konten informasi dan berita melalui platform digitalnya.
Sementara CBB 105,4 FM mempunyai nilai sejarah yang kuat sebagai salah satu radio yang sejak lama menjadikan dangdut sebagai identitas utama di Jakarta.
Dangdut Jakarta tidak berhenti di frekuensi FM
Ada satu perubahan besar yang membedakan radio dangdut masa kini dengan radio beberapa dekade lalu.
Pendengar sekarang tidak selalu mencari radio menggunakan tombol tuner. Mereka dapat menemukan stasiun melalui situs web, aplikasi radio, streaming, YouTube, maupun media sosial.
Perubahan tersebut membuat batas antara "radio FM" dan "radio online" semakin tipis.
RDI, misalnya, masih tercatat pada layanan streaming internet. HOT FM juga menyediakan akses siaran melalui platform digital. CBB pun memiliki jejak streaming dan konten digital. Dengan demikian, pendengar tidak harus berada di depan perangkat radio konvensional untuk menikmati siaran mereka.
Bagi musik dangdut, perubahan tersebut justru membuka peluang.
Pendengar di luar Jakarta dapat menemukan stasiun yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat di wilayah pemancar. Lagu yang diputar di radio juga dapat kembali beredar melalui media sosial dan platform video.
Radio dangdut menghadapi generasi digital
Tantangan terbesar radio dangdut bukan lagi sekadar persaingan dengan radio lain.
Kini radio berhadapan dengan YouTube, TikTok, layanan streaming musik, podcast, dan berbagai bentuk hiburan digital lainnya.
Pendengar dapat memilih sendiri lagu yang ingin didengarkan. Mereka tidak perlu menunggu penyiar memutar lagu tertentu.
Namun radio mempunyai kelebihan yang sulit ditiru oleh playlist otomatis: interaksi manusia.
Penyiar dapat menyapa pendengar, menerima permintaan lagu, membacakan pesan, memberikan informasi, dan menciptakan suasana yang berbeda setiap hari.
Bagi radio dangdut, unsur tersebut sangat penting karena musik dangdut sendiri mempunyai hubungan kuat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Jakarta masih memiliki ruang untuk radio dangdut
Keberadaan RDI, HOT FM, DFM, dan CBB menunjukkan bahwa dangdut belum sepenuhnya meninggalkan radio Jakarta.
Memang, cara masyarakat mendengarkan radio telah berubah. Tetapi perubahan tersebut tidak selalu berarti berakhirnya radio.
Justru radio sedang mengalami perubahan bentuk.
Siaran FM dapat berjalan bersama streaming. Penyiar dapat hadir melalui video. Lagu yang diputar di studio dapat dipromosikan melalui media sosial. Pendengar dapat mengirim pesan melalui aplikasi dan mengikuti siaran tanpa harus berada di wilayah Jakarta.
Dengan pola seperti itu, radio dangdut memiliki kesempatan untuk menjangkau generasi pendengar yang lebih muda tanpa harus meninggalkan pendengar lama.
Daftar radio dangdut Jakarta
| Radio | Frekuensi | Keterangan |
|---|---|---|
| RDI / Radio Dangdut Indonesia | 97,1 FM | Dangdut, musik Indonesia, pop Melayu dan hiburan |
| HOT FM | 93,2 FM | Dangdut dan musik Melayu/pop |
| DFM | 103,4 FM | Format dangdut |
| CBB / Cakti Budhi Bhakti | 105,4 FM | Dangdut, dikenal dengan identitas Bandar Dangdut Jakarta |
Data frekuensi dan format di atas disusun berdasarkan sumber yang masih dapat ditemukan dan diverifikasi, bukan sekadar daftar radio lama. Untuk alasan tersebut, Radio Hijau/Bandar Koplo 87,0 FM tidak dimasukkan ke daftar utama artikel ini, karena bukti terkini yang cukup kuat mengenai status operasionalnya belum ditemukan.
Dangdut tetap menemukan jalannya
Radio dangdut Jakarta mungkin tidak lagi hidup dalam dunia yang sama seperti ketika radio menjadi satu-satunya media hiburan musik.
Namun musiknya masih ada.
Ia hadir melalui frekuensi FM, streaming, media sosial, video, dan berbagai platform digital.
Dari RDI hingga CBB, dari HOT FM hingga DFM, masing-masing menunjukkan bahwa dangdut masih mempunyai tempat dalam perjalanan radio Jakarta.
Pada akhirnya, kekuatan radio dangdut bukan hanya pada seberapa banyak lagu yang dapat diputar.
Kekuatan sebenarnya terletak pada hubungan antara lagu, penyiar, dan pendengar.
Dan selama hubungan itu masih terjaga, suara dangdut akan selalu memiliki jalan untuk kembali mengudara dari Jakarta.




